Laporan Committee to Protect Journalists (CPJ) mengungkap bahwa 2024 menjadi tahun yang mematikan bagi para jurnalis. Dari laporan tersebut, terdapat 124 pembunuhan terhadap jurnalis dan pekerja media yang terjadi secara global. Angka ini melampaui rekor catatan CPJ pada 2007 dengan 113 jurnalis dibunuh.
Israel menjadi negara yang paling bertanggung jawab akan hal ini. Tercatat selama konflik di Gaza, Palestina, sebanyak 85 jurnalis dan pekerja media terbunuh.
Angka tersebut berarti 2/3 dari total 124 pembunuhan dilakukan oleh Israel. Sebelumnya, pada 2023, tercatat 78 jurnalis yang terbunuh oleh Israel dalam konflik yang sama. Ini artinya angkanya naik 5% pada 2024.
“Studi ini menemukan bahwa negara-negara yang mencoba membumihanguskan bukti pembunuhan, menutupi kesalahan dan tidak bertanggung jawab, mereka dapat memparah kondisi tersebut bagi para jurnalis pada masa depan”, tulis CPJ dalam keterangannya pada 12 Februari 2025.
Selain Israel, CPJ mencatat 16 negara menjadi lokasi terbunuhnya jurnalis dan pekerja media. Sudan dan Pakistan berada di bawah Israel dengan 6 korban, Meksiko 5 korban, Suriah 4 korban, Myanmar dan Irak masing-masing 3 korban, dan Haiti 2 korban.
CPJ menemukan bahwa setidaknya terdapat 24 jurnalis di belahan dunia yang dibunuh secara sengaja pada 2024. Adapun di Gaza dan Lebanon, CPJ mencatat 10 kasus jurnalis dibunuh secara sengaja.
Dari investigasi panjang yang dilakukan, CPJ mencatat pembunuhan terhadap jurnalis terjadi saat mereka berada di medan pertempuran. Mereka tertangkap, atau terkena baku tembak, atau saat sedang dalam tugas yang berbahaya.
“Hal ini bisa menjadi semakin buruk untuk dunia pers ketika mereka yang membunuh jurnalis tidak bertanggung jawab dan dihukum. Semakin sedikit jurnalis, berarti semakin sedikit informasi untuk masyarakat mencari kebenaran,” kata CPJ.
Viktoria Roschina, jurnalis lepas berusia 27 tahun asal Ukraina, tewas pada 19 Desember 2024. Ia meregang nyawa ketika sedang dipindahkan untuk pertukaran tawanan pada perang Rusia-Ukraina. Jimmy Jean, reporter berusia 44 tahun, tewas di Haiti ketika seorang tersangka dari geng motor menembak ke arah kerumunan wartawan.
“Jurnalis adalah warga sipil dalam Hukum Humaniter Internasional (HHI), dan menargetkan mereka dalam konflik adalah kejahatan perang,” tulis CPJ.
Baca Juga: AJI Catat 73 Kekerasan terhadap Jurnalis dan Pekerja Media pada 2024
Penulis: Fauzi Ibrahim
Fauzi Ibrahim; mahasiswa Sastra Arab, penggemar AC Milan, dan penikmat musik black metal dan turunannya