Aksara Institute menggelar kelas Menulis Opini di Media Massa untuk Pemula pada Sabtu (24/5) secara daring. Rosmiyati Dewi Kandi selaku Pendiri Aksara Institute menjadi pemateri dalam acara ini.
Dalam paparannya, Kandi menyebut ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika menulis opini. Pertama, penulis yang memiliki latar belakang yang sesuai dengan topik tulisan yang dikirimnya cenderung diminati oleh editor.
“Media juga memiliki persyaratan di bidang tertentu. Aku yang berlatar belakang ilmu komunikasi tidak bisa ngomongin soal isu biologi,” ucapnya.
Kedua, tulisan opini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis, bukan media yang menerbitkan tulisan. Oleh karena itu ia menekankan kehati-hatian dalam menulis opini.
Ketiga, struktur menulis opini umumnya dibagi menjadi tiga; judul, paragraf pertama atau lead, dan badan artikel. Untuk menarik perhatian editor, maka tiga struktur ini harus dibuat semenarik mungkin.
Misal pada penulisan lead, Kandi menyarankan untuk menaruh bagian informasi yang paling baru, menarik, dan penting.
“Hindari menulis informasi yang terlalu umum pada dua paragraf awal, karena itu tidak menarik perhatian editor,” ujarnya.
Hal yang sama berlaku dalam menulis judul. Sisipkan hal yang paling menarik dan mengungkap sedikit pesan utama. Namun, jangan membuat judul terlalu panjang.
Ketika sudah memasuki badan artikel, ia menekankan penulis untuk membuat narasi yang relevan. Jangan keluar dari topik bahasan. Ia juga menyarankan untuk memuat temuan dan hasil riset di badan artikel.
Selain itu, ia juga membagikan beberapa persiapan penting sebelum memulai menulis opini. Pertama, terapkan tulisan sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan kaidah jurnalistik.
Kedua, baca berita sesuai dengan topik yang ditulis, khususnya di media yang ingin dituju. Ketiga, pahami substansi topik yang ingin ditulis, dan pastikan ada temuan baru. Terakhir, buat tulisan yang mudah dipahami, relevan, dan enak dibaca.
Penulis: Fauzi Ibrahim
Fauzi Ibrahim; alumni Kelas Daring Literasi Media (KDLM) ke-6

