Mengenal Vox Pop yang Beri Warna dalam Pemberitaan

Foto orang sedang diwawancarai
Foto: Zain Ali/Pexels

Vox pop adalah bentuk pendek dari bahasa latin vox populi, yang berarti “suara masyarakat”. Vox pop bisa diartikan sebagai wawancara atau opini singkat seseorang secara acak, biasanya terdiri dari 4-5 orang, tentang isu yang sedang ramai dibicarakan oleh publik.

Vox pop sering dipakai sebagai format dari isi berita, baik dalam siaran televisi, media sosial, dan radio. Format ini bukan suatu hal yang asing bagi jurnalis.

Dalam praktiknya, jurnalis atau pewawancara akan mengajukan satu pertanyaan yang sama kepada 4-5 orang yang ditemui di jalan, kafe, atau ruang publik lainnya.

Ada beberapa unsur yang mesti diperhatikan dalam memuat format ini dalam isi berita. Vox pop tidak merepresentasikan opini publik secara keseluruhan.

Meski begitu, pemilihan orang secara acak tidak berarti melupakan beberapa unsur yang setidaknya bisa merepresentasikan keseluruhan masyarakat. Dalam memilih 4-5 orang tersebut, ada baiknya berasal dari berbagai kalangan, misalnya usia muda dan tua, serta kalangan menengah bawah dan menengah ke atas, bergantung pada isunya.

Durasi yang dihadirkan dalam format ini juga tidak panjang. Biasanya hanya berkisar hitungan detik untuk satu orang.

Selain itu, ada trik saat mengajukan pertanyaan dalam format ini. Untuk mengurangi kecenderungan orang hanya menjawab “iya” atau “tidak”, cobalah untuk membuat pertanyaan yang mengeksplorasi  pendapat dan emosi narasumber. Contohnya, “Bagaimana pendapat/perasaanmu tentang masalah…”.  

Melansir dari DW English, ada empat keuntungan pemberitaan menggunakan model vox pop, yaitu:

  1. Membuat pemberitaan lebih hidup
  2. Mendapatkan jawaban yang spontan, autentik, dan kredibel
  3. Membangun kedekatan dengan penonton
  4. Merefleksikan opini publik

Sementara tantangan dalam membuat berita dalam format ini ialah dalam mencari narasumber. Bukan hal yang mudah untuk mencari orang yang mau diwawancarai secara tiba-tiba.

Tidak sedikit dari mereka yang malu berhadapan dengan kamera, atau malu opininya didengar oleh publik. Oleh karena itu, beberapa penolakan mungkin akan terjadi dalam membuat format vox pop dalam pemberitaan.

Baca Juga: Apa itu Jurnalisme Kuning? Ini Sejarah dan Cirinya

Penulis: Fauzi Ibrahim

Fauzi Ibrahim; mahasiswa Sastra Arab, penggemar AC Milan, dan penikmat musik black metal dan turunannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *