Tips Menulis Opini agar Terbit di Media Massa menurut Redaktur Tempo

Foto acara diskusi
Foto: Fauzi Ibrahim

Redaktur rubrik Opini tempo.co, Praga Utama, membagikan tipsnya untuk kamu yang senang menulis opini, dan ingin tulisannya bisa diterbitkan di media massa.

Tips ini ia bagikan saat menjadi pembicara acara Diskusi Publik dan Pelatihan Kepenulisan Gelombang II dengan tema “Menciptakan Perubahan, Melalui Tulisan di Media Sosial dengan Kacamata Jurnalis”. Acara diadakan oleh komunitas Forum Mahasiswa Berdampak (FMB) dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) di Gerak Gerik Cafe, Tangerang Selatan, pada 20 April 2025.

Berikut ini adalah tips agar tulisan opini berpeluang tembus media massa menurut redaktur Tempo Praga Utama.

1. Pilih Isu yang Hangat, Relevan, dan Kamu Kuasai

Memilih isu yang sedang hangat dan relevan akan mudah menarik perhatian redaktur. Adapun memilih isu yang dikuasai dan sesuai dengan latar belakang penulis juga tak kalah penting. Hal ini karena akan mempermudah penulis untuk merangkai narasi dan mencari data pendukung.

“Dalam menulis opini itu harus fokus pada suatu hal. Pilih tema yang sesuai bidang teman-teman,” ujarnya.

2. Ambil Posisi yang Jelas, Jangan Abu-Abu

Setelah memilih isu yang ingin diangkat, lalu tentukan posisi penulis sebagai apa; pro atau kontra kebijakan. Penentuan posisi ini dinilai dapat memagari penulis dari hilang fokus di dalam penulisan. 

3. Buat Kerangka Tulisan

Sebelum memulai menulis, buat dulu kerangka tulisannya agar nantinya tulisan menjadi rapi dan terstruktur. Kerangka tulisan dapat mempermudah proses penulisan karena fungsinya untuk memagari sekaligus membantu memilih data apa saja yang seharusnya dicari dan dimasukkan. 

4. Cari Data, Kutipan, dan Referensi yang Mendukung

Carilah data, kutipan, dan referensi sebagai penopang tulisan. Ia menekankan bahwa penggunaan data yang valid, analisis yang kuat, serta gaya bahasa yang elok dapat membuat tulisan dimuat serta enak dibaca. Oleh karena itu, lanjutnya, perlunya ilmu dan teknik untuk merangkai argumen berbasis data.

5. Gunakan Bahasa yang Lugas dan Tidak Kaku

Tulisan opini bukanlah karya ilmiah atau skripsi. Jika tulisan opini menggunakan format gaya tulisan karya ilmiah, hal tersebut akan membosankan, serta mengaburkan pembaca. Oleh karena itu cukup gunakan bahasa yang lugas, sesuai dengan aturan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Selain itu, menurutnya gaya tulisan induktif, dari yang khusus ke umum, lebih disukai di media massa. “Bahasa itu penting, karena dapat menyampaikan argumen kita dengan baik,” ujar Praga.

6. Pelajari Gaya Tulisan Opini di Media Tersebut

Tiap media memiliki gaya atau ciri khas tulisannya masing-masing, termasuk untuk tulisan opininya. Oleh karena itu, kamu harus memperhatikan dan mempelajari gaya penulisannya untuk diadopsi.

Tempo, misalnya, memiliki beberapa gaya tulisan opini, yakni mengangkat isu-isu aktual (politik, sosial, hukum, budaya), memiliki gaya bahasa yang lugas dan padat, argumentasi yang tajam berbasis data dan logika, bernada serius tapi satire, serta memiliki penutup atau akhiran yang kuat.

Nah, sudah siap untuk berlatih menulis opini di media massa?

Baca Juga: 5 Mitos tentang Jurnalisme Data yang Perlu Kamu Tahu

Penulis: Fauzi Ibrahim

Fauzi Ibrahim; mahasiswa Sastra Arab, penggemar AC Milan, dan penikmat musik black metal dan turunannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *