Penggunaan AI dalam Jurnalistik, Ciptakan Berita Format Baru

Gambar perempuan dan penggunaan AI
Foto: ThisIsEngineering/Pexels

Kecerdasan buatan atau AI (artificial intelligence) menuai pro dan kontra dalam dalam industri media. Sebagian mengkhawatirkan akan menggeser pekerjaan manusia, tapi yang lainnya justru telah membuat inovasi baru dalam karya jurnalistik dengan bantuan AI.

Misalnya saja media berita digital independen asal Paraguay, El Surtidor atau El Surti. Mereka membuat inovasi model pemberitaan dengan menggunakan chatbot bernama Eva.

Eva (nama samaran) adalah tahanan perempuan akibat kasus perdagangan narkoba; kasus yang hangat dan menjadi ironi di Paraguay. Para perempuan di sana terpaksa melakukan aksi kriminal tersebut karena terhimpit keadaan, sementara pemerintah tidak menawarkan solusi atas masalah yang ada.

Dalam wawancara dengan Reuters, Jurnalis El Surti Juliana Quintana dan konsultan UX (user experience) Sebastian Hacher menjelaskan alasan mereka membuat inovasi dengan chatbot Eva. Keduanya ingin menciptakan sebuah berita dengan format baru yang dibuat secara interaktif, dengan mengangkat angle dan narasi dari perspektif gender.

Saat menggunakan chatbot Eva, audiens bisa secara aktif bertanya kepada Eva, seolah-olah sedang mewawancarainya. Chatbot tersebut menyediakan 120 jawaban, yang diambil dari hasil wawancara Juliana dengan para korban.

Wawancara itu dilakukan Juliana di lokasi tempat para napi perempuan ditahan. Sejak peluncurannya pada September 2024, telah terjadi 10 ribu interaksi dengan Eva, dengan 55% audiens bertanya tentang keluarganya. 

“Ketika kamu memulai chat dengan Eva, maka kamu sedang berinteraksi dengan the real person. Chatbot ini akan mengizinkan audiens untuk membuat konstruksi naratifnya sendiri,” kata Sebastian Hacher. 

Selain itu, format berita seperti ini juga dianggap bisa menghilangkan kejenuhan dan kebosanan, jika dibandingkan dengan membaca sebuah artikel yang pasif. 

Selain El Surti, media besar asal Britania Raya, BBC, juga telah menggunakan AI berupa deepfake detector dalam proses kerja BBC Verify. Direktur Pertumbuhan, Inovasi, dan AI BBC News, Nathalie Malinarch, menjelaskan bahwa BBC sedang dalam tahap uji coba untuk penyempurnaan teknologi tersebut. 

“Itu sudah sekitar 90% akurat. Dan kami ingin membuatnya lebih dari itu, dari segi penjelasan, detail, hingga bagaimana mesin bisa tahu bahwa hal tersebut palsu,” ucapnya dalam panel diskusi AI and the Future of News 2025 yang diadakan oleh Reuters Institute pada 28 Maret 2025. 

Dalam rencana tahunannya untuk 2025–2026, BBC juga akan mengeksplorasi penggunaan AI untuk tim dan audiensnya. Mereka juga akan membantu serta menyelenggarakan diskusi tentang penggunaan AI dalam membantu kreativitas manusia dan industri kreatif, dengan menjaga dan melindungi hak kekayaan intelektual dari kreator. 

Dalam panel yang sama, jurnalis dan teknisi The New York Times, Dylan Freedman, menjelaskan bahwa kecerdasan buatan dapat membantu kerja jurnalis dalam membuat artikel. Untuk hal-hal yang sulit dilakukan, seperti analisis dan penelusuran data yang mendalam, kecerdasan buatan bisa dipakai.

Misalnya dalam pembuatan artikel tentang Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dan Direktur CIA Tulsi Gabbard, mereka menggunakan kecerdasan buatan untuk menganalisis video wawancaranya yang durasinya berjam-jam. 

“Secara fisik itu akan melelahkan jika harus mendengarkan atau menonton seluruh video tersebut. Namun kecerdasan buatan bisa membantu dan menangkap poin-poin dari isi pembicaraan. Ini berguna untuk jurnalis menentukan angle dalam sebuah artikel, serta menyeleksi data mana yang menarik dan tidak”, ujar Dylan.

Ia juga menekankan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan dalam produksi karya jurnalistik ialah sebagai background element atau pembantu kerja jurnalis. Karena sejatinya dalam setiap prosedur pembuatannya harus selalu melewati proses pengecekan oleh manusia, dalam hal ini sang wartawan.

Baca Juga: Panduan Penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) dalam Karya Jurnalistik

Penulis: Fauzi Ibrahim

Fauzi Ibrahim; mahasiswa Sastra Arab, penggemar AC Milan, dan penikmat musik black metal dan turunannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *