Menulis mungkin mudah. Namun membuat tulisan yang gampang dimengerti, mengalir serta enak dibaca bukan perkara yang ringan dilakukan.
Tak heran, banyak buku yang berisi tips cara menulis yang baik. Nah, buku The Technique of Clear Writing karya Robert Gunning termasuk yang paling direkomendasikan karena penulisnya adalah seorang konsultan komunikasi dan bisnis.
Gunning adalah penulis asal Amerika Serikat yang terkenal dengan konsep Gunning Fog Index atau alat untuk mengukur keterbacaan teks berbahasa Inggris. Fokusnya pada bidang kebahasaan, komunikasi, dan jurnalisme.
Berikut ini 10 prinsip menulis yang dipaparkan oleh Robert Gunning dalam buku The Technique of Clear Writing.
1. Gunakan Kalimat Pendek
Untuk menghindarkan pembaca dari rasa jenuh dan bosan, maka gunakan kalimat pendek dalam setiap tulisan. Tulisan dengan kalimat panjang dan bertele-tele cenderung membuat pembaca kesulitan menangkap makna.
Mentor Aksara Institute, dalam kelas kepenulisannya, selalu menekankan untuk tidak membuat kalimat yang melebihi satu tarikan napas saat membacanya dengan suara. Jika kalimat terlalu panjang, maka sederhanakanlah dengan cara memakai koma, atau dipecah menjadi dua kalimat.
2. Gunakan Kalimat Sederhana Dibanding yang Kompleks
Pilih kata dan kalimat yang sederhana saat menulis. Penggunaan kata atau struktur kalimat yang kompleks dapat membingungkan pembaca. Walaupun begitu, penggunaan format yang kompleks tidak sepenuhnya dilarang. Jika itu memang jalan terbaik untuk menyampaikan pesan, maka lakukanlah.
3. Gunakan Kata atau Diksi yang Umum
Banyak dari penulis yang ingin terlihat pintar dan berbeda dengan menggunakan diksi-diksi yang asing di telinga pembaca. Justru hal tersebut harus dihindari. Peran jurnalis ialah mengubah suatu informasi yang kompleks, seperti bidang hukum atau ekonomi, menjadi tulisan yang sederhana; yang dapat dimengerti oleh orang awam. Jurnalis mendapat ‘bahasa langit’, lalu mengubahnya menjadi ‘bahasa bayi’.
4. Hindari Kata yang Bertele-tele
Hindari penggunaan kata yang mubazir, dan buatlah kalimat yang efektif dan efisien. Pemborosan kata membuat struktur kalimat tidak elok dibaca.
5. Gunakan Kalimat Aktif
Gunning mengatakan bahwa penggunaan kalimat aktif dapat menahan perhatian pembaca. Dibanding menulis “Terdakwa dihukum 15 tahun penjara oleh hakim”, maka lebih baik menulis “Hakim menjatuhi hukuman 15 tahun kepada terdakwa”.
6. Gunakan Bahasa Tutur
Penulis dituntut menulis menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Namun ini bukan berarti gaya tulisan menjadi kaku dan formal. Jadi, menulislah sebagaimana kamu berbicara.
7. Gunakan Kata/Istilah yang Tepat dan Sesuai Konteks
Gunning menekankan penulis agar menghindari kata-kata yang ambigu. Gunakanlah kata dan istilah yang sesuai dengan konteks. Jangan menempatkan kata dan istilah dalam konteks yang tidak tepat, yang bisa mengaburkan makna.
8. Kenali Karakter Pembaca
Sebelum menulis, coba observasi siapa pembaca tulisanmu. Dengan melakukan observasi, kamu bisa menyesuaikan gaya tulisanmu agar lebih dekat dengan pembaca.
9. Perbanyak Variasi
“Variasi adalah bumbu utama dari seni menulis”. Variasikan kalimat pendek dan panjang, tambah simbol-simbol kebahasaan, serta buatlah kalimat yang efisien.
Bagi Gunning, penulis yang baik ialah yang bekerja dalam kesederhanaan. Membumbui tulisan dengan berbagai macam variasi dan terlihat sederhana memang tidak mudah. Hanya dengan jam terbang hal tersebut dapat terjadi.
10. Menulis untuk Mengekspresikan Diri, Bukan untuk Membuat Orang Terkesan
Menulislah karena kamu ingin mengungkapkan pendapat atau perasaanmu, bukan untuk membuat orang lain menganggap kamu keren. Meminjam istilah Pramoedya Ananta Toer, menulis itu untuk membuatmu ‘abadi’, bukan untuk show-off!
Baca Juga: Tips Menulis Opini agar Terbit di Media Massa menurut Redaktur Tempo
Penulis: Fauzi Ibrahim
Fauzi Ibrahim; mahasiswa Sastra Arab, penggemar AC Milan, dan penikmat musik black metal dan turunannya