5 Teknik Membuat Kutipan dalam Berita 

Wartawan menulis di buku catatan menggunakan pulpen berwarna biru. Ia mengenakan kaus hitam.
Foto: picjumbo.com/Pexels

Kutipan berperan kuat dalam sebuah tulisan, termasuk berita atau artikel. Berita tanpa ada kutipan akan terasa hampa, seperti sayur tanpa garam. 

Jurnalis musik Shindu Alpito mengatakan bahwa kutipan adalah hal yang paling dicari oleh jurnalis. Pernyataan dari narasumber, walaupun hanya pendek kata, itu adalah pondasi awal ketika jurnalis ingin menulis berita. 

Menurutnya, tanpa hal tersebut jurnalis tidak akan dapat bahan, dan tidak akan dapat menulis. Pasalnya, isi berita tidak boleh mengada-ngada atau fiktif.

Luwi Ishwara dalam buku Jurnalisme Dasar Seri Jurnalistik Kompas (2011:163), memasukkan materi tentang kutipan di dalam bab Struktur Berita. Terdapat lima teknik kutipan yang dijabarkannya dalam buku tersebut.

Cara Membuat Kutipan dalam Artikel

1. Kutipan Langsung

Kutipan langsung berarti menuliskan kata demi kata dari yang dikatakan oleh narasumber. Kutipan ditandai dengan tanda kutip di awal dan di akhir kalimat. Karena struktur bicara biasanya berbeda dengan struktur tulisan, yang baku, beberapa media masih membolehkan hal tersebut untuk ditulis apa adanya.

Contoh 1: “hmm… anu, saya tidak tahu soal itu. Eee… coba tanyakan saja sama dia (Agung)  itu. Eee… dia eee… tahu soal isu tersebut,” ujar Toto

Contoh 2: “Saya tidak tahu soal itu. Coba tanyakan sama dia, Agung. Dia tahu soal isu tersebut,” ujar Toto.

2. Kutipan Tidak Langsung

Kurang lebih, kutipan ini berisi hal yang dikatakan oleh narasumber dan cara penyampaiannya. Kutipan ini tidak ditandai dengan tanda kutip.

Contoh: Dalam rapat tersebut Ajeng mengatakan dirinya siap untuk diadili jika memang dia terbukti bersalah. 

3. Kutipan Parafrasa

Kutipan ini memiliki sebagian besar kesamaan dengan kutipan tidak langsung. Namun bedanya, kutipan ini disajikan dengan penyampaian si jurnalis atau penulis. 

Contoh: Antonio Conte meminta kepada manajemen pemain baru untuk menambah kedalaman skuad timnya, tapi mereka tidak mengindahkan.

4. Kutipan Fragmentaris

Kutipan ini ialah gabungan antara parafrasa dan kutipan langsung. Kutipan ini baik digunakan jika narasumber memakai kata-kata yang penuh warna ke dalam suatu pernyataan yang sebenarnya bisa disampaikan secara biasa-biasa saja.

Contoh: Pada akhirnya, Laila walk out dari rapat tersebut karena merasa “ini semua sudah di-setting bahkan sebelum rapat dimulai.”

5. Kutipan Dialog

Teknik ini digunakan ketika terdapat dua atau lebih narasumber yang dikutip dalam sebuah percakapan. Teknik ini dapat membangkitkan latar dan suasana kepada pembaca, seolah-olah mereka hadir dalam situasi tersebut. Gaya ini juga membuat artikel lebih enak dibaca.

Contoh: Awalnya, Eko tidak mengakui dirinya telah mencuri sepeda motor milik Agus. Namun setelah pihak berwenang datang, dirinya lantas mengakui perbuatannya tersebut.

“Benar kamu telah mencuri sepeda motor milik Agus?” tanya seorang polisi. 

“Benar, Pak. Saya yang telah mencurinya,” jawab Eko.

Itulah cara membuat kutipan dalam berita atau artikel yang bisa kamu coba. Selamat menulis!

Baca Juga: 10 Prinsip Menulis dari Robert Gunning, Penulis “The Technique of Clear Writing”

Penulis: Fauzi Ibrahim

Fauzi Ibrahim; mahasiswa Sastra Arab, penggemar AC Milan, dan penikmat musik black metal dan turunannya

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *